Blogger Backgrounds

Breaking Dawn Soundtrack


Friday, December 31, 2010

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur Ekstrinsik Cerpen


Ada dua unsur utama dalam karya sastra, yaitu unsur 
intrinsik dan ekstrinsik. Unsur ekstrinsik berupa segala 
sesuatu yang menginspirasi penulisan karya sastra dan 
mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan. Unsur 
ekstrinsik ini meliputi: latar belakang kehidupan penulis, 
keyakinan dan pandangan hidup penulis, adat istiadat 
yang berlaku pada saat itu, situasi politik (persoalan sejarah), 
ekonomi, dsb. Sementara unsur intrinsik terdiri atas:
Tema
Pokok persoalan dalam cerita.
Karakter
Tokoh dalam cerita. Karakter dapat berupa manusia, 
tumbuhan maupun benda
Karekter dapat dibagi menjadi:
  • Karakter utama: tokoh yang membawakan tema dan                       memegang banyak peranan dalam cerita
  • Karakter pembantu: tokoh yang mendampingi karakter utama
  • Protagonis : karakter/tokoh yang mengangkat tema
  • Antagonis : karakter/tokoh yang memberi konflik pada                       tema dan biasanya berlawanan dengan karakter protagonis. (Ingat, tokoh antagonis belum tentu jahat)
  • Karakter statis (Flat/static character) : karakter yang                     tidak mengalami perubahan kepribadian atau cara                     pandang dari awal sampai akhir cerita.
  • Karakter dinamis (Round/ dynamic character): karakter                      yang mengalami perubahan kepribadian dan cara pandang.          Karakter ini biasanya dibuat semirip mungkin dengan manusia sesungguhnya, terdiri atas sifat dan kepribadian yang kompleks.
Catatan: karakter pembantu biasanya adalah karakter statis karena tidak digambarkan secara detail oleh penulis sehingga perubahan kepribadian dan cara pandangnya tidak pernah terlihat secara jelas.
Karakterisasi
Cara penulis menggambarkan karakter. Ada banyak cara untuk 
menggali penggambaran karakter, secara garis besar karakterisasi ditinjau melalui dua cara yaitu secara naratif dandramatik. 
Teknik naratif berarti karakterisasi dari tokoh dituliskan langsung 
oleh penulis atau narator. Teknik dramatik dipakai ketika 
karakterisasi tokoh terlihat dari antara lain: penampilan fisik karakter, cara berpakaian, kata-kata yang diucapkannya, dialognya dengan karakter lain, pendapat karakter lain, dsb.
Konflik
Konflik adalah pergumulan yang dialami oleh karakter dalam cerita dan . Konflik ini merupakan inti dari sebuah karya sastra yang pada akhirnya membentuk plot. Ada empat macam konflik, yang dibagi dalam dua garis besar:
Konflik internal
Individu-diri sendiri: Konflik ini tidak melibatkan 
orang lain, koflik ini ditandai dengan gejolak yang 
timbul dalam diri sendiri mengenai beberapa hal 
seperti nilai-nilai. Kekuatan karakter akan terlihat 
dalam usahanya menghadapi gejolak tersebut
Konflik eksternal Individu – Individu: konflik yang dialami seseorang dengan orang lain
Individu – alam: Konflik yang dialami individu dengan alam. 

Konflik ini menggambarkan perjuangan individu dalam 
usahanya untuk mempertahankan diri dalam kebesaran 
alam.Individu- Lingkungan/ masyarakat : Konflik yang 
dialami individu dengan masyarakat atau lingkungan hidupnya.
Seting
Keterangan tempat, waktu dan suasana cerita
Plot
Jalan cerita dari awal sampai selesai
  • Eksposisi : penjelasan awal mengenai karakter dan seting
  • : bagian cerita yang mulai memunculkan konflik/ permasalahan
  • Klimaks : puncak konflik/ ketegangan
  • Falling action: penyelesaian
Simbol
Simbol digunakan untuk mewakili sesuatu yang abstrak. 
Contoh: burung gagak (kematian)
Sudut pandang
Sudut pandang yang dipilih penulis untuk menyampaikan ceritanya.
  • Orang pertama: penulis berlaku sebagai karakter utama cerita,               ini ditandai dengan penggunaan kata “aku”. Penggunaan teknik ini menyebabkan pembaca tidak mengetahui segala hal yang tidak diungkapkan oleh sang narator. Keuntungan dari teknik ini                adalah pembaca merasa menjadi bagian dari cerita.
  • Orang kedua: teknik yang banyak menggunakan kata                      ‘kamu’ atau ‘Anda.’ Teknik ini jarang dipakai karena memaksa             pembaca untuk mampu berperan serta dalam cerita.
  • Orang ketiga: cerita dikisahkan menggunakan kata ganti                  
  • orang ketiga, seperti: mereka dan dia.
Teknik penggunaan bahasa
Dalam menuangkan idenya, penulis biasa memilih kata-kata yang 
dipakainya sedemikian rupa sehingga segala pesannya sampai 
kepada pembaca. Selain itu, teknik penggunaan bahasa yang 
baik juga membuat tulisan menjadi indah dan mudah dikenang. 
Teknik berbahasa ini misalnya penggunaan majas, idiom dan peribahasa.
referensi:
Lazarescu Lisa R. “Elements of Literature”. 31 January 2006. 10 September 2006.http://web.cocc.edu/lisal/literaryterms/elements_of_literature.htm

Kata Majemuk

Kata Majemuk


Kata majemuk adalah dua kata atau lebih telah menyatu membentuk arti baru.
Contoh:
panjang tangan = suka mencuri (bukan tangan panjang)
kaki tangan = anak buah (bukan kaki dan tangan)
meja hijau = pengadilan (bukan meja berwarna hijau)

a. Kata majemuk kiasan
kaki tangan = anak buah, mata mata
b. Kata majemuk setara sejalan
pahit getir (hidupnya pahit getir)
hancur lebur (gedung itu hancur lebur akibat ledakan bom)
c. Kata ulang majemuk berlawanan
lahir batin, siang malam, luar dalam, kawan lawan, laba rugi, besar kecil
d. Kata majemuk setara sepadan
kaum kerabat, kecil mungil, canda ceria, cerah ceria, sunyi senyap, kurus kering
e. Kata majemuk setara berdampingan
batu api, rumah tangga, paman bibi, om tante, surat kawat, kakek nenek
f. Kata majemuk gabung bersusun sederajat
teman sejawat, kaum kerabat, sanak famili, sanak saudara, hutan belantara, hutan rimba
g. Kata majemuk gabung bersusun berlawanan
pasang surut, besar kecil, jauh dekat, naik turun


sumber: http://hadi07.wordpress.com/2009/07/07/kata-majemuk/

Frasa

Frasa atau frase adalah sebuah istilah linguistik. Lebih tepatnya, frase merupakan satuan linguistik yang lebih besar dari kata dan lebih kecil dari klausa dan kalimat. Frase adalah kumpulan kata nonpredikatif. Artinya frase tidak memiliki predikat dalam strukturnya. Itu yang membedakan frase dari klausa dan kalimat. Simak beberapa contoh frase di bawah ini:

  • ayam hitam saya
  • ayam hitam
  • ayam saya
  • rumah besar itu
  • rumah besar putih itu
  • rumah besar di atas puncak gunung itu

Dalam konstruksi frase-frase di atas, tidak ada predikat. Lihat perbedaannya dibandingkan dengan beberapa klausa di bawah ini:

  • ayam saya hitam
  • rumah itu besar
  • rumah besar itu putih
  • rumah putih itu besar
  • rumah besar itu di atas puncak gunung

Dalam konstruksi-konstruksi klausa di atas, hitam, besar, putih, besar, dan di atas puncak gunung adalah predikat.

Frase kerap dibedakan dengan kata majemuk. Makna frase tidak berbeda dengan makna kata yang menjadi kepala/inti frase.

Misalnya:

Meja hitam tetaplah bermakna meja, tetapi ditambahkan pewatas sifat hitam.Meja kayu juga tetap meja, tetapi ditambahkan makna pewatas kayu.

Di sisi lain, kata majemuk memiliki makna yang sangat jauh berbeda dengan makna kata-kata yang menjadi unsur-unsurnya, sehingga kata majemuk kerap disebut memiliki makna idiomatis. (disebut kata kiasan)

Meja hijau dalam bahasa Indonesia lebih bermakna 'sidang atau pengadilan', bukan semata-mata meja yang berwarna hijau. Tangan besi lebih bermakna kepemimpinan yang keras alih-alih tangan yang terbuat dari besi.

Beberapa jenis frasa:

Frasa ekosentris

Frasa eksosentris adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsurnya. Frasa ini tidak mempunyai unsur pusat. Jadi, frasa eksosentris adalah frasa yang tidak mempunyai UP.

Contoh: Sejumlah mahasiswa di teras.

Frasa endosentris

Frasa Endosentris, kedudukan frasa ini dalam fungsi tertentu, dpat digantikan oleh unsurnya. Unsur frasa yang dapat menggantikan frasa itu dalam fungsi tertentu yang disebut unsur pusat (UP). Dengan kata lain, frasa endosentris adalah frasa yang memiliki unsur pusat.

Contoh: Sejumlah mahasiswa(S) di teras(P).


Frasa nominal

Nominal adalah lawan dari verbal. jika verbal adalah kalimat yang berpredikat "Kata Kerja" maka kalimat nominal berpredikat kata benda atau kata sifat. untuk membentuk kalimat nominal, maka unsur kalimat harus memenuhi Subjek, To Be dan komplemen. misalnya "I am Tired", I=subjek, am=To Be dan Tired=Adjective (Passive voice verb). ini adalah contoh kalimat nominal. arti lain dari nominal adalah rangkaian angka yang menunjukkan jumlah tertentu, kemudian adapula arti nominal sebagai kualifikasi (nominasi).

Frasa verbal

Frasa Verbal, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori verba. Secara morfologis, UP frasa verba biasanya ditandai adanya afiks verba. Secara sintaktis, frasa verba terdapat (dapat diberi) kata ‘sedang’ untuk verba aktif, dan kata ‘sudah’ untuk verba keadaan. Frasa verba tidak dapat diberi kata’ sangat’, dan biasanya menduduki fungsi predikat.

Contoh:

  1. mengambil buku
  2. sedang berlari
Secara morfologis, kata berlari terdapat afiks ber-, dan secara sintaktis dapat diberi kata ‘sedang’ yang menunjukkan verba aktif

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Frasa

Kalimat Mayor dan Minor

Kalimat Mayor dan Minor

a. Kalimat mayor

Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti.

Contoh: Amir mengambil buku itu.

Arif ada di laboratorium.

Kiki pergi ke Bandung.

Ibu segera pergi ke rumah sakit menengok paman, tetapi ayah menunggu kami di rumah Rati karena kami masih berada di sekolah.

b. Kalimat Minor

Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.

Contoh: Diam!

Sudah siap?

Pergi!

Yang baru!

Kalimat-kalimat di atas mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.

Contoh: Amir mengambil.

Arif ada.

Kiki pergi

Ibu berangkat-ayah menunggu.

Karena terdapat dua inti, kalimat tersebut disebut kalimat mayor.



sumber: http://endonesa.wordpress.com/bahasan-bahasa/frase-klausa-dan-kalimat/

Friday, December 17, 2010

Sahabat

Dan seorang remaja berkata,
Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati,
yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata Tidak
di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata Ya.

Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya;
kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan,
segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi,
dengan kegembiraan tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;

Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya,
mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.

Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya,
bukanlah cinta,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan,
biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Karena dalam titisan kecil embun pagi,
hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.


Betapa puisi persahabatan tersebut terasa penuh makna kehidupan yang tidak pernah akan kering karena disirami oleh rasa percaya akan sesama sahabat yang begitu melekat dalam hati.

Jika Anda ingin membuat puisi persahabatan, maka sebenarnya tidak ada ketentuan baku yang membatasinya. Anda bisa secara bebas menuangkan isi hati Anda. Adapun letak kesuksesan puisi ini tentu saja ketika bisa dinikmati oleh banyak orang, akan kedalaman makna persahabatan yang terkandung didalamnya.

Resensi Buku : Breaking Dawn


Breaking Dawn
Awal yang Baru

Stephenie Meyer


Harga : Rp 95.000,- *

Ukuran: 13.5 x 20 cm

Tebal : 864 halaman

Terbit : Januari 2009

Penerbit : GPU

Soft Cover

Awal Yang Baru

Awal Yang Baru. Akhir dari sebuah kisah.

Breaking Dawn yang merupakan Awal Yang Baru bagi Bella Swan, merupakan buku keempat dan ending dari kisah fenomenal saat ini. TWILIGHT.

Setelah Twilight, New Moon – Dua Cinta dan Eclipse-Gerhana. Breaking Dawn melengkapi kisah cinta antara vampir dan manusia ini. Bella Swan dan Edward Cullen.

Dibuku ke empat ini, menceritakan tentang pernikahan Bella dan Edward. Bella didandani dengan begitu cantik oleh Alice dan Edward tentu saja sudah ganteng semakin ganteng saja dalam balutan busana pesta pengantin.

Semua gembira, keluarga manusia, vampire, werewolf berkumpul dalam sebuah acara, pernikahan Bella-Edward. Dan kebahagiaan berlanjut, mereka bulan madu ke pulau Esme…sebuah pulau jauh di Portugis, pulau terpencil di tengah laut yang hanya berisi pondok mewah milik keluarga Carlisle dan Esme sebagai hadiah bulan madu Bella dan Edward.

Saat-saat bulan madu yang mewah itu , dirasakan Bella begitu indah, tapi Bella merasakan ada gejala aneh selama 2 minggu di bulan madu itu. Bella memiliki nafsu makan diatas normal, tidur diatas normal…hingga saat Bella ditinggal berburu oleh Edward, Bella benar-benar merasa sangat aneh.

Bella kemudian mencoba perkiraannya dengan test kehamilan. Dan sangat terkejut dengan hasil yang ada, dalam ketidak percayaannya dia masih bergulat dengan pikirannya, mungkinkah dia hamil? Mungkinkah? Mungkinkah semua keanehan yang ada pada dirinya akhir-akhir ini karena kehamilannya?

Bella senang sekaligus kalut mengetahui kehamilannya. Sesuatu yang menendang-nendang mulai beraksi di rahimnya. Dan pertumbuhannya terasa cepat sekali. Edward demi mengetahui kehamilan Bella dan melihat pesatnya perkembangan bayi tersebut, berpikir untuk segera pulang dan meminta tolong Carlisle untuk segera mengeluarkan ‘mahluk’ itu dari perut Bella karena dia khawatir akan keselamatan Bella. Bella yang mengetahui rencana itu segera memohon-mohon pada Rosalie untuk mendukungnya, meskipun selama ini Rosalie tidak terlalu dekat dengannya tapi Bella tahu, Rosalie sangat mendambakan memiliki seorang bayi.

Selama proses mengandung , Bella begitu lemah dan tak punya tenaga. Tapi Bella bertahan untuk mempertahannkan kandungannya. Bella, karena dia begitu mencintai Edward dan mencintai anak yang yang dikandungnya dia berani berkorban apa saja untuk yang dicintainya.

Akhirnya Edward dan Alice dan Jacob bahu membahu untuk membantu keselamatan Bella, darah sudah keluar banyak sekali sebelum si cabang bayi keluar. Setelah mengerang dan menjerit beberapa lama, akhirnya bayi ajaib itu keluar juga dari rahim Bella.. dan meninggalkan Bella yang lunglai tak berdaya karena banyak sekali darah yang terkuras. Mengetahui hal itu, Jacob dengan putus asa menangis dan mengira Bella telah berakhir, dan penyebabnya adalah monster kecil yang baru keluar dari perutnya, Renesmee…

Sedangkan Edward melakukan tindakan lain, dia menggigit beberapa bagian tubuh Bella untuk menyebarkan racun vampirnya demi menyelamatkan hidup Bella.

Jacob yang sangat dendam pada si bayi begitu sakit hati dan hancur setelah melihat penderitaan yang Bella alami dan hendak menghabisi si bayi, tapi begitu melihat wajah si bayi dan sorot matanya..Jacob tidak bisa berkutik…kenapa?

Sedangkan di ruang atas, Jacob mendengar sesuatu yang baru..detak kehidupan baru…

Babak baru kehidupan Bella sebagai mahluk imortal telah dimulai…

Jika Alice memiliki kemampuan melihat masa depan, Edward bisa membaca pikiran…lalu kelebihan apakah yang akan Bella miliki setelah bertransformasi menjadi vampir?